REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Ngentot Sama Istri Tetangga Kost yang Manis

Cerita Sex 2018 – Ceritapv.net (Cerita Penis Vagina) adalah cerita sex panas terbaru 2018 Ngentot Sama Istri Tetangga Kost yang Manis. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Awal mula cerita ini dimulai ketika aku yang kuliah di kota Malang atau salah satu kota pelajar. Sebelumnnya aku dari Kalimantan, namaku Nando, saat masa SMA aku belum pernah melakukan hubungan ngentot, paling cuma sebatas ciuman dan pegang-pegangan saja sama mantan-mantan pacarku. Nah inilah yang meenyebabkan aku bisa mengisahkan ceritaku dan ceritaku disini mulai dari kostku yang berada di daerah kota Malang ini. Lokasinya yang nyaman dan tenang, jauh dari hiruk pikuk kota serta membuatku betah tinggal lama di sini sejak tahun 2016 dari aku masih kuliah sampai tahun 2017 aku diterima bekerja oleh kenalanku disebuah perusahaan besar. Jadilah aku mengambil kuliah malam karena paginya aku harus bekerja hingga sampai aku lulus kuliah, aku belum pernah pindah.

Tetangga-tetangga kost pun heran mengapa aku betah tinggal disitu, padahal ibu kostku terkenal orangnya galak dan masih memegang tradisi lama. Orangnya pun alim dan tidak suka anak kostnya berbuat macam-macam dan kalau ketahuan sudah pasti diusir dari rumah kostnya.

Rumah kostku ini memiliki 2 lantai, yang disewakan hanya 5 kamar dengan ukuran sedang dan kostnya baik dan putra maupun putri, yang masih single maupun yang sudah berkeluarga. Kamar mandi untuk anak kost disediakan hanya ada 2 di dalam rumah satu dan yang diluar juga ada. Ibu kostku pun tinggal disitu dengan tinggal di kamar sebelah dalam bersama anak semata wayangnya Mas Deri.

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2016 lalu saat kuliahku waktu itu sudah tersisa sedikit SKS jadi ngak terlalu padat jadwal kuliah. Saat itu rumah kost hanya terisi dua, satu untukku dan sebelahnya lagi keluarga Mas Fuad yang berasal dari kota Surabaya. Mas Fuad ini umurnya hanya terpaut 2 tahun diatasku jadi waktu itu sekitar 26 tahun, sementara istrinya bernama Nia seumuran denganku. Nia itu orangnya manis, putih, tingginya sekitar 165 cm dan ukuran payudaranya sekitar 34C. Mereka sudah dikaruniai satu orang anak masih berumur 2 tahun bernama Fira.

Mas Fuad ini orangnya pengangguran, jadi untuk keperluan sehari-hari, Nia lah yang bekerja dari pagi sampai malam di sebuah Supermarket dan terkenal sebagai SPG sebuah produk susu untuk balita. Karena keperluannya yang begitu banyak, Nia sampai meminta pihak manajemen untuk bisa bekerja 2 shift.

Tentunya keluarga macam ini sering cek cok, Nia meanggangap Mas Fuad ini orangnya pemalas bisanya hanya minta duit untuk beli rokok. Padahal jerih payah Nia seharusnya untuk beli susu buat Fira putrinya. Mas Fuad pun sering membalas omelan-omelan Nia dengan tamparan dan tendangan, bahkan dilakukan didepan anaknya. Aku sendiri tidak betah melihat pertengkaran itu.

Suatu ketika Mas Fuad dapat pekerjaan sebagai ABK dan tentunya harus meninggalkan keluarganya dalam waktu yang cukup lama. Nia senang bukan main mendengarnya karena tidak perlu membiayai suaminya lagi. Akan tetap hal itu tidak berlangsung lama. Pada malam itu, aku ngobrol dengan Nia dikamarnya sambil nonton TV dan si Fira muter-muter sambil bermain maklum umur segitu masih lucu-lucunya.

“Sekarang sepi ya Nia… ngak ada Mas Fuad lagi,” kataku.

“Lebih baik gini do, enakan kalau Mas Fuad ngak ada,” keluh Nia kepadaku.

“Emangnya kenapa?” tanyaku.

“Mas Fuad tuh kerja ngak kerja tetap nyusahin. Wajar kan kalau aku minta duit ke Mas Fuad? Aku kan istrinya. Eh, Dianya marah-marah. Besoknya aku diomelin juga sama Ibu mertuaku, katanya aku ngak boleh minta duitnya dulu biar bisa buat nabung. Gomballl!! Aku gak percaya Mas Fuad bisa nabung!!!” dia jawab dengan marah-marah.

“Sabar ya..” aku mencoba untuk menenangkannya apalagi Fira sudah minta bobo.

“Seandainya Mas Nando yang jadi suamiku mungkin aku tidak akan merana. Mas Nando kan sudah kerja tetap sambil kuliah lagi, pintar membagi waktu dan biaya hidup. Sedangkan suamiku, Mas Fuad hanya pekerja kasar di kapal itupun sebulan sebelumnya pengangguran,” keluhnya.

“Sudah… jangan berandai-andai.. biarkan hidup mengalir saja,” jawabku sekenanya.

“Mas…”

Tiba-tiba Nia duduk disebelahku mengapit tanganku dan menyandarkan kepalanya. Aku sungguh terkejut, aku tahu Nia butuh kasih sayang, butuh belaian, butuh perhatian, bukan butuh tendangan dan tamparan. Aku balas dia dengna pelukan di bahunya, sayang sekali wanita semanis Nia disia-siakan oleh laki-laki. Tapi aku juga laki-laki normal punya nafsu terhadap wanita. Justru inilah kesempatan untuk mengerjai Nia apalagi Ibu kostku sedang pergi menjengguk keluarganya di Surabaya selama seminggu dan baru berangkat kemarin malam, dan Mas Fuad dapat jatah kerja shift malam di sebuah Mall.

Yeahhh… akhirnya kesempatan itu tiba! Kulihat Nia yang saat itu sedang memakai daster, tanpa basa basi aku langsung meraba tubuh Nia yang montok itu kedalam pelukanku dan langsung kucium bibirnya yang tipis itu. Nia memeluk tubuhku erat-erat dan dia sangat pandai memainkan lidahnya, terasa hangat sekali ketika lidahnya menyelusup diantara bibirku.

Tanganku tidak lupa meremas buah dada Nia yang tidak seberapa besar tapi kencang, pentilnya kupelintir membuat Nia memejamkan matanya karena menahan geli. Dengan sigap aku menarik daster iNia, dan seperti biasanya Nia sudah tidak mengenakan apa-apa lagi dibalik dasternya itu ternyata dia memang sudah merencanakan tanpa sepengetahuanku. Tubuh Nia benar-benar aduhai dan merangsang seleraku, tubuhnya semampai, putih dengan buah dada yang pas dengan ukuran tubuhnya ditambah memeknya yang tidak berambut.

“Eh… gimana kalao si Fira bangun?” tanyaku.

“Tenang aja Mas Nando, susu yang yang diminum Fira tadi sudah aku campurin CTM,” jawabnya dengan gaya yang manja.

Benar-benar persiapan yang sempurna. Ketika kubentangkan bibir memeknya, itilnya yang sebesar biji salak langsung menonjol keluar. Ketika kusentuh dengan lidahku, Nia langsung menjerit lirih. Aku langsung mencopot baju dan celanaku sehingga kontolku yang sepanjang 15 cm langsung terpampang dengan bebas.

Ketika kudekatkan kontolku ke wajah Nia, dengan sigap pula Nia menggenggamnya dan kemudian mengulumnya. Kulihat bibir Nia yang tebal itu sampai membentuk huruf O karena kontolku yang berdiameter 3 cm itu hampir seluruhnya memadati bibir mungilnya. Nia sepertinya sengaja memamerkan kehebatan kulumannya karena sambil mengulum batang kontolku, dia berkali-kali melirik kearahku. Aku hanya dapat merasakan keenakan dengan servis Nia ini. Mungkin posisiku kurang tepat bagi Nia yang sudah berbaring itu sementara aku sendiri masih berdiri disampingnya, maka Nia melepaskan kulumannya dan menyuruhku berbaring disebelahnya.

Setelah aku berbaring dengan agak tergesa-gesa Nia merentangkan kedua kakiku dan mulai lagi menjilati bagian sekitar batang kontolku, mulai dari buah zakarku, terus naik keatas sampai ke lubang kencingku semua dijilatinya, bahkan Nia dengan telaten menjilati lubang duburku yang membuat aku benar-benar blingsatan.

Aku hanya dapat meremas-remas buah dada Nia serta merangsang memeknya dengan jariku. Aku sudah tidak tahan dengan kelihaian Nia ini, kusuruh dia berhenti tetapi Nia tidak memperdulikanku malahan dia makin lincah mengeluar masukkan kontolku kedalam mulutnya yang hangat itu. Tanpa dapat dicegah lagi, air maniku menyembur keluar yang disambut Nia dengan pijatan-pijatan lembut dibatang kontolku seakan-akan dia ingin memeras air maniku agar keluar sampai tuntas.

Ketika Nia merasa kalau air maniku sudah habis keluar semua, dengan pelan-pelan dia melepaskan kulumannya sambil tersenyum manis dia melirik kearahku. Kulihat ditepi bibirnya ada sisa air maniku yang masih menempel dibibirnya, sementara yang lain rupanya sudah habis ditelan oleh Nia. Nia langsung berbaring disampingku dan berbisik.

“Mas Nando diam saja ya, biar aku yang memuaskan Mas!” katanya.

Aku tersenyum sambil menciumi bibirnya yang masih berlepotan air maniku sendiri itu. Dengan tubuh telanjang bulat, Nia mulai memijat badanku yang memang jadi agak loyo juga setelah tegang untuk beberapa waktu itu, pijatan Nia benar-benar nyaman, apalagi ketika tangannya mulai mengurut kontolku yang setengah ngaceng itu, tanpa dihisap atau diapa-apakan kontolku nganceng lagi, mungkin karena memang aku masih kepengen main beberapa kali lagi maka nafsuku masih bergelora.

Aku juga makin bernafsu melihat buah dada Nia yang pentlnya masih kaku itu, apalagi ketika kuraba memeknya ternyata itilnya juga masih membengkak menandakan kalau Nia juga masih bernafsu hanya saja penampilannya sungguh kalem.

Melihat kontolku yang sudah tegak itu, Nia langsung mengangkangi aku dan menepatkan kontolku diantara bibir memeknya. Kemudian pelan-pelan dia menurunkan pantatnya sehingga akhirnya kontolku habis ditelan lubang memeknya itu. Setelah batang kontolku habis ditelan memeknya, Nia bukannya menaik turunkan pantatnya, dia justru memutar pantatnya pelan-pelan sambil sesekali ditekan. Aku merasakan ujung kontolku menyentuh dinding empuk yang rupanya itu adalah dasar rahimnya. Setiap kali Nia menekan pantatnya, aku menggelinjang menahan rasa geli yang sangat terasa diujung kontolku itu.

Putaran pantat Nia membuktikan kalau Nia memang jago bersetubuh, kontolku rasanya seperti diremas-remas sambil sekaligus dihisap-hisap oleh dinding memek Nia. Hebatnya lagi lubang memek Nia sama sekali tidak becek, malahan terasa legit sekali, seolah-olah Nia sama sekali tidak terangsang oleh permainan ini. Padahal aku yakin bahwa Nia juga sangat bernafsu, karena kulihat dari wajahnya yang memerah, serta susu dan itilnya yang mengeras seperti batu itu.

Aku makin lama makin tidak tahan dengan gerakan Nia itu, kudorong dia kesamping sehingga aku dapat menindihnya tanpa perlu melepaskan jepitan memeknya. Begitu posisiku sudah diatas, langsung kutarik batang kontolku dan kutekan sedalam-dalamnya memasuki lubang memek Nia. Aku lihat nia menggigit bibirnya sambil memejamkan mata, kakinya diangkat tinggi-tinggi serta sekaligus dipentangnya pahanya lebar-lebar sehingga kontolku berhasil masuk kebagian yang paling dalam dari lubang memeknya.

Eranganku sudah mulai tidak teratur karena aku menahan rasa geli yang sudah memenuhi ujung kontolku, sementara Nia sendiri sudah merintih-rintih sambil menggigit pundakku. Mulutku menciumi susu Nia dan menghisap pentilnya yang kaku itu.

Ketika Nia memintaku untuk menggigit mesra pentil susunya, tanpa pikir panjang aku mulai menggigit dengan sangat lembut daging empuk itu dengan penuh gairah. Nia makin keras merintih-rintih, kepalaku yang menempel disusunya ditekan keras-keras membuatku tidak bisa bernafas lagi. Saat itulah tanpa permisi lagi kurasakan lubang memek Nia mengejang dan menyemprotkan cairan hangat membasahi seluruh batang kontolku.

Ketika aku mau menarik pantatku untuk memompa lubang memeknya, Nia dengan keras menahan pantatku agar terus menusuk bagian yang paling dalam dari memeknya. Sementara pantatnya terus bergoyang diatas ranjang merasakan sisa-sisa kenikmatannya. Dengan suara agak gemetaran merasakan kenikmatan, Nia menanyaiku apakah aku sudah keluar, ketika aku menggelengkan kepala, Nia menyuruhku mencabut batang kontolku.

Ketika kucabut, Nia langsung menjilati kontolku sehingga cairan lendir yang berkumpul disitu menjadi bersih. Kontolku saat itu warnanya sudah merah padam dengan gagahnya tegas keatas dengan urat-uratnya yang melingkar-lingkar disekeliling batang kontolku.

Nia sesekali menjilati ujung kontolku dan juga buah zakarku. Ketika Nia melihat kontolku sudah bersih dari lendir yang membuat licin itu, dia kembali menyuruhku memasukkan kontolku, tetapi kali ini Nia yang menuntun kontolku bukannya ke lubang memeknya, melainkan ke lubang anusnya yang sempit itu.

Aku menggigit bibirku sendiri merasakan sempit serta hangatnya lubang anus Nia, Ketika batang kontolku sudah menyelusup masuk sampai kepangkalnya, Nia menyuruhku memaju mundurkan kontolku, aku mulai menggerakkan batang kontolku pelan-pelan sekali.

Kurasakan betapa ketatnya dinding dubur Nia menjepit batang kontolku itu, terasa menjalar diseluruh batangnya bahkan terus menjalar sampai keujung kakiku. Benar-benar rasa nikmat yang luar biasa, baru beberapa kali aku menggerakkan kontolku, aku menghentikannya karena aku khawatir kalau air maniku muncrat. Rasanya sayang sekali jika kenikmatan itu harus segera lenyap. Nia menggigit pundakku ketika aku menghentikan gerakanku itu, dia mendesah minta agar aku meneruskan permainanku.

Setelah kurasa agak tenang, aku mulai lagi menggerakkan kontolku menyelusuri dinding dubur Nia itu, dasar sudah lama menahan rasa geli. Tanpa dikomandi lagi air maniku tiba-tiba muncrat dengan derasnya, aku lalu melenguh keras sekali sementara Nia juga mencengkeram pundakku.

Aku jadi loyo setelah dua kali memuntahkan air mani yang aku yakin pasti sangat banyak. Tanpa tenaga lagi, aku terguling disamping tubuh Nia, kulihat kontolku yang masih setengah nganceng itu berkilat oleh lendir yang membasahinya. Nia langsung bangun dari tempat tidur, dengan telanjang bulat dia keluar mengambil air dan dibersihkannya kontolku itu. Aku tahu kali ini dia tidak mau membersihkannya dengan lidah karena mungkin dia khawatir kalau ada kotoran yang melekat.

Setelah itu disuruhnya aku telungkup agar memudahkan dia memijatku, aku jadi tertidur, disamping karena memang lelah, pijatan Nia benar-benar enak. Sambil memijat sesekali dia menggigiti punggungku dan pantatku. Aku benar-benar puas menghadapi perempuan satu ini.

Aku tertidur cukup lama, ketika terbangun badanku terasa segar sekali karena selama aku tidur, tadi Nia terus memijit tubuhku. Ketika aku membalikkan tubuhku, ternyata Nia masih saja telanjang bulat, kontolku mulai nganceng lagi melihat tubuh Nia yang sintal itu. Tanganku meraih susunya dan kuremas dengan penuh gairah, Nia pun mulai meremas-remas kontolku yang tegang itu.

“Yuk kita ke kamar mandi,” ajakku.

“Siapa takut..” seru Nia.

Aku menarik tangan Nia keluar kamar sambil bugil, tapi aku sempatkan menyambar dua buah handuk kemudian berjalan mengendap masuk, takut ketahuan tetangga sebelah rumah kost dan mengunci pintu kamar mandinya dari dalam.

“Nia.. kamu seksi banget..” kataku sambil lebih mendekatinya.

Langsung saja aku mencium bibirnya yang ranum. Nia membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding kamar mandi. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya. Nia mendesah pelan. Dia menciumiku makin dalam, kujilati putingnya yang mengeras dan dia melenguh nikmat. Aku ingat pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena sudah menjelang pagi. Nia mengusap buah zakarku, kunaikkan tubuh Nia di bak mandi, kuciumi perutnya dan kubuka pahanya.

Bulu kemaluannya rapi sekali, kujilati lubang memeknya dengan nikmat, kelihatannya sudah sangat basah. dia mengelinjang dan kulihat dari cermin dia meraba putingnya sendiri dan memilin-milinnya dengan kuat. Kumasukkan dua jariku ke dalam lubang memeknya dan dia menjerit tertahan. Dia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yang kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam lubang memeknya dan sesekali meraba itilnya.

Dia semakim membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok itilnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan tetangga sebelah rumah dengar karena dinding kamar mandi bersebelahan tepat dengan dinding rumah tetangga. Lalu tiba-tiba dia meraih kepalaku dan seperti menyuruhku menjilati lubang memeknya.

“Aaakkkhhh… Aaakkhhhh….. Maas…. Oooohhh…. Masss…. Uuuuhhhh….” dia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan itilnya kuat-kuat.

Jari-jari tanganku makin mengocok lubang memeknya. Semenit kemudian, Nia benar-benar orgasme dan membuat mulutku basah kuyub oleh cairannya. Dia tersenyum lalu mengambil jariku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat.

Dia lalu mendorongku duduk di atas toilet yang tertutup, Dia duduk bersimpuh dan mengulum kontolku yang belum tegak benar. Jari tangannya dengan lihai mengusap-usap bijiku dan sesekali menjilatinya. Baru sebentar saja aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat.

Lalu Nia melepas pagutannya dan langsung duduk di atas pangkuanku. Dia bergerak-gerak sendiri mengocok kontolku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Dia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan, maka dari itu aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar ke pinggangku.

Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai mengocok dengan kasar. Nia tampak sangat menyukainya. Dia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya karena gemas, kugigit agak keras putingnya.

“Ooouuhh… gitu Mas…. gigit seperti itu… aaakkkhhh….” erangnya.

Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Nia makin terangsang, kontolku terus memompa lubang memeknya dengan cepat, dan kurasakan lubang memeknya semakin menyempit. Kontolku kupercepat lagi dan tiba-tiba mata Nia merem melek dan dia semakin menggila. Lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menututp mulutnya dengan sebelah tanganku.

“Aaakkhh… Mas…. Eeehhmm…. Aaakkkhhh…. Mas….. Uuuhhhh…..” Nita orgasme untuk kesekian kalinya dan terkulai lemas dibahuku.

Karena aku masih belum keluar, aku cabut kontolku dari lubang memeknya yang banjir cairannya dan membalikkan tubuhnya menghadap toilet. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Nia tampak mengerti maksudku, dia menunggingkan pantatnya dan langsung kutusuk batang kontolku ke lubang memeknya dari belakang.

Dia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Dia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Aku mulai memompa lubang memeknya dengan pelan, lalu makin cepat dan tangan kiriku meraih puting payudaranya dan memilinnya dengan kasar. Sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. Kontolku makin cepat menusuk-nusuk lubang memeknya yang semakin lama semakin terasa licin.

Tanganku berpindah-pindah kadang mengusap-usap itilnya dengan cepat. badan Nia naik turun sesuai irama kocokanku, dan kontolku semakin tetang dan terus menghantam lubang memeknya dari belakang. Dia mau orgasme lagi, rupanya karena wajahnya menegang dan dia mengarahkan tanganku mengusap itilnya dengan lebih cepat. Kontolku terasa makin becek oleh cairan lubang memeknya.

“Nia… aku juga mau keluar nih….”

“Oooohh… tahan dulu… kasih aku… kontolmu Mas…. Tahan….!!!”

“Nia langsung membalikkan tubuhnya dan mencaplok kontolku dengan rakus. Dia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam hitungan detik, semprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya.

“Aaarrggghhh… Nia…. aku…. keluar… Aaakkkhhh….” erangku tertahan.

Nia lalu menyedot kontolku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kontolku, tapi dia tidak peduli tangan kirinya menekan buah zakarku dan kanannya mengocok kontolku dengan gerakan makin pelan. Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yang tertutup. Nia kemudian berlutut dan menjilati seluruh batang kontolku dengan rakus.

Setelah Nia menjilat bersih batang kontolku, dia memakaikan handukku, lalu memakai handuknya sendiri. Dia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu kamar mandi. Setelah yakin aman, dia keluar dan aku mengikutinya dari belakang. Setelah kejadian itu aku sama Nia semakin gila-gilaan dalam bermain seks sampai dengan ibu kostku kembali dari Surabaya tentunya aku hanya bisa melakukannya di malam hari.

Jangan lupa di share ya Ngentot Sama Istri Tetangga Kost yang Manis … Dibaca juga kisah nyata Kutaklukan Tubuh Seksi Kakak Tiri dan Mamaku … Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.net selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Ngentot Sama Istri Tetangga Kost yang Manis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: