REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Setubuhi Sepupuku yang Sedang Bunting

Cerita Sex 2018 – Ceritapv.net (Cerita Penis Vagina) adalah cerita sex panas terbaru 2018 Setubuhi Sepupuku yang Sedang Bunting. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Awal cerita ini bermula ketika aku yang sedang melakukan magang di salah satu kota Semarang. Oh iya… perkenalkan dulu namaku Feri, masih kelas 2 SMK. Beruntung waktu akan melakukan magang di kota semarang, aku punya sepupu yang tinggal di sana dan aku pun menumpang dirumahnya untuk beberapa bulan kedepan.

Sebelum berangkat, aku telepon dia dulu untuk meminta ijin untuk menumpang tidur dirumahnya untuk beberapa bulan dan dia pun menyetujuinya, tentunya dengan seijin suaminya. Nama dari sepupu aku ini adalah Anggie dan suaminya Mas Tris. Aku memanggil sepupuku itu dengan sebutan Mbak Anggie karena dia lebih tua dari aku dan dia adalah pengantin baru dan tengah hamil.

Aku berangkat ke kota Semarang pada hari sabtu dan langsung menuju rumah Mbak Anggie. Sesampai dirumahnya aku langsung disambut dengan baik.

“Lama ya gak jumpa Mbak,” ucapku.

“Ya.. terakhir kali kita ketemu 1 tahun yang lalu,” jawab Mbak Anggie.

“Wahh… sudah hamil ya Mbak?” tanyaku ke Mbak Anggie.

“Iya nih, sudah jalan 5 bulan,” jawabnya.

“Tambah seksi aja nih Mbak,” candaku sambil menggodanya.

“Hehehe… bisa saja kamu ini,” jawab Mbak Anggie.

“Ngomong-ngomong Mas Tris kemana Mbak? Kok sepi amat ini rumah,” tanyaku.

“Ohh… suamiku lagi kerja, ntar lagi juga pulang,” jawab Mbak Anggie. “Oh-iya… kamar kamu di belakang ya Fer,” tambahnya.

“Oke… aku langsung ke kamar dulu ya Mbak,” kataku ke Mbak Anggie.

Sampai di kamar, aku langsung tiduran, tiba-tiba setan menghampiri pikiranku. Aku langsung menghayal tubuh Mbak Anggie tadi yang sedang hamil, “Seksi dan montok banget… gimana ya rasanya kalau aku ngentot dengan dia? pasti mantap,” ucapku dalam hati.

Tidak terasa aku ketiduran dan tiba-tiba aku dibangunin oleh Mas Tris untuk makan malam. Kami pun langsung makan malam bertiga. Setelah selesai makan, aku pamit untuk melanjutkan tidurku karena masih ngantuk habis dari perjalanan tadi siang.

Aku langsung ke kamar untuk tidur. Tengah malam aku terbangun karena kebelet mau ke kamar mandi. Setelah selesai dari kamar mandi, aku mendengar suara wanita yang sedang mendesah seperti sedang bersetubuh. Aku cari sumber suara tadi dan ternyata suara itu berasal dari kamar Mbak Anggie dan Mas Tris.

Aku langsung lihat apa yang sedang terjadi di dalam kamar, kulihat dari atas pintu yang ada celah kecil sambil berdiri diatas kursi. Dan ternyata yang aku lihat adalah Mbak Anggie sedang telanjang bulat dengan posisi nungging, dan Mas Tris yang sama-sama telanjang sedang ngentoti Mbak Anggie dari belakang. Pemandangan yang sangat indah dan aku lihat mereka berdua yang sedang bersetubuh sampai tidak terasa jika aku menonton mereka berdua sudah 1 jam sambil berdiri.

Setelah selesai aku langsung ke kamar mandi lagi untuk beronani karena sudah tidak tahan lagi dengan yang aku lihat barusan. Setelah hasratku tersalurkan, aku langsung menuju ke kamarku untuk tidur kembali.

Pagi harinya aku lihat Mas Tris lagi bersiap-siap untuk pergi bekerja. Tiba-tiba Mas Tris berkata, “Fer… titip Mbak Anggie ya, Mas mau keluar kota ada tugas kerja selama 2 minggu.”

“Oke Mas..” ucapku.

Setelah Mas Tris pergi, aku pun pergi untuk magang di daerah itu. Aku pulang sekitar sore dan sesampai dirumah aku ketuk pintu karena pintunya terkunci. Lama sekali Mbak Anggie membuka pintunya, sekitar 10 menit Mbak Anggie membuka pintu dengan tubuh seksinya dililit oleh handuk. Hal itu membuat aku jadi menghayal melihat tubuhnya.

“Heeii… lihat apa Fer? Seksi kan?” tanya Mbak Anggie mengagetkanku.

“Hehehe… iya Mbak, seksi banget kok,” jawabku.

Sampai di kamar aku masih membayangkan tubuh montok Mbak Anggie yang hanya memakai handuk tadi. Aku langsung membuka laptopku dan menonton film porno yang memang sudah aku koleksi. Aku nonton sambil melakukan onani di kamar dan membayangkan aku lagi ngentot dengan Mbak Anggie.

Malam harinya aku makan malam bersama Mbak Anggie. Setelah makan aku langsung masuk ke kamar lagi. Pada jam 9 malam, aku keluar kamar dan aku pun terkejut banget dengan apa yang aku lihat sekarang. Mbak Anggie lagi telanjang sambil menonton film porno diruang tamu dan meremas-remas buah dadanya serta meraba-raba memeknya sendiri. Tampaknya Mbak Anggie sangat menikmatinya sampai-sampai dia tidak menyadari kalau aku sedang asik menonton apa yang dia lakukan.

Langsung saja aku hampiri Mbak Anggie dari belakang dan aku langsung meremas-remas payudaranya yang besar itu dari belakang. Mbak Anggie terkejut karena ada yang meremas payudaranya dari belakang.

“Fer.. apa yang kamu lakukan,” tanya Mbak Anggie.

“Tenang saja Mbak, aku akan memuaskan Mbak malam ini,” jawabku sambil meremas payudaranya.

Dan tampaknya Mbak Anggie setuju, karena dia menikmati apa yang aku lakukan. Aku terus meremas-remas payudaranya dan aku pelintir-pelintir putingnya.

“Aaakkhh… Fer…. terus…. Aakkkhh… Geli…. Uuuhhh….” desah Mbak Anggie.

Aku langsung pindah kesampingnya dan langsung melumat kedua payudaranya seperti seorang bayi yang sedang menyedot tetek Mamanya. Aku lumat buah dadanya sambil terus meraba-raba perut buncitnya. Sampailah tanganku ke bagian memeknya, aku raba-raba dan dia tampak sangat menikmatinya, terus aku pindah ke depannya sambil jongkok kujilati memeknya. Tercium bau khas memek wanita.

Aku masukkan lidahku ke dalam lubang memek Mbak Anggie sambil kuremas-remas buah dadanya. Sekitar 5 menit aku terus merangsangnya diposisi itu dan terlihat Mbak Anggie sudah mencapai orgasme pertamanya.

“Ooouuhhh…. Fer…. Mbak keluar….. Uuuhhhh….” desah Mbak Anggie yang sudah mencapai puncak orgasme.

Kami beristirahat sejenak dan mengumpulkan tenaga. Setelah selesai beristirahat, Mbak Anggie yang ganttian menjilati batang kontolku. Dia masukkan kontolku kedalam mulut seksinya. Ohh… rasanya seperti melayang-layang di atas.

“Pindah ke kamar yuk Mbak?” ucapku.

“Oke sayang, tapi gendong ya?” jawab Mbak Anggie dengan manja.

Tanpa basa-basi lagi aku langsung gendong Mbak Anggie menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, aku tidurin Mbak Anggie ke kasur. Setelah itu aku lumat bibirnya dan kami saling melumat bibir. Selang beberapa menit aku lepas lumatanku dibibirnya. Kumpulan Cerita Sex dan Sange 2018

“Sudah siap Mbak?” tanyaku ke Mbak Anggie sambil menunjuk ke kontolku.

Mbak Anggie mengerti apa yang aku maksud, “Oke sayang…. puasin Mbak malam ini ya?” jawab Mbak Anggie.

Tanpa berlama-lama lagi aku langsung mengambil posisi, terus aku angkat kedua kakinya keatas dan aku langsung tancapkan batang kontolku yang sudah tegang dan lumayan besar itu ke dalam lubang memek Mbak Anggie.

“Blessss” Tanpa kendala apapun batang kontolku ditelan oleh memeknya semua.

“Ouuuhh… Fer… pelan-pelan… besar sekali kontolmu.. Hheemmm…” erang Mbak Anggie.

Langsung saja ku maju mundurkan pantatku dengan tempo yang lambat. Perlahan-lahan aku tingkatkan kecepatan pompaanku ke dalam lubang memeknya, tidak lupa aku remas kedua buah dadanya yang montok itu.

“Aaakkkhh…. Terus Fer….. lebih cepat…. Ooouuuhhh….” desah Mbak Anggie.

Aku ikuti kemauannya, langsung kupercepat sodokanku, dan sekitar 5 menit kemudian Mbak Anggie sudah mencapai orgasme yang kedua. Lalu aku cabut batang kontolku dan kusuruh Mbak Anggie untuk menungging, karena aku ingin mencoba posisi kesukaanku atau doggy style.

Dari belakang terlihat semuanya, pantatnya yang montok banget, anusnya, dan lubang memeknya yang sudah memerah membuat gairahku semakin membara. Langsung saja aku masukan kembali batang kontolku kedalam lubang memeknya dari belakang. Sambil aku remas-remas buah dadanya, aku langsung sodok dengan tempo cepat. Terlihat dari wajahnya Mbak Anggie sangat menikmati permainan ini, dia hanya mengeluarkan erangan-erangan kenikmatan.

Setelah 30 menit kami melakukan posisi doggy style, tampaknya Mbak Anggie sekarang sangat kuat. Beberapa menit kemudian Mbak Anggie berkata, “Sayangg…. aaa….aaa…aaaku…. mau… keluar…. Ouuuhhh…”

Mendengar erangan seperti itu langsung saja aku percepat lagi sodokanku dan tiba-tiba kontolku serasa disedot-sedot dengan keras banget dan terasa hangat sekali. Ruapanya Mbak Anggie sedang orgasme yang ketiga kalinya, tapi aku masih belum mencapai orgasme sekalipun. aku tidak memikirkan Mbak Anggie yang sudah lelah, dan kugenjot terus dia dengan cepat.

Sekitar 5 menit kemudian, “Aaakkkhh… Mbak… aku mau keluar….” erangku.

“Oohhhh….Keluarkan saja sayang di dalam… Hhmmm… Mbak ingin merasakan semburan air manimu di dalam rahim Mbak… Uuuhhhh….” kata Mbak Anggie yang terpatah-patah.

Dan akhirnya, “Crootttt… crroooottt….. crooottt…” Aku sembur dengan deras air maniku semua ke dalam lubang memek Mbak Anggie.

Karena pertempuran yang sangat melelahkan dan menguras tenaga ini, tubuhku langsung ambruk mendekap badan Mbak Anggie dari belakang. Setelah itu kami pun tertidur bersama dalam keadaan telanjang.

Pagi harinya aku terbangun dan melihat sekelilingku, ternyata Mbak Anggie sudah tidak ada di ranjang lagi. Setelah ku cari ternyata dia sedang ada didapur menyiapkan sarapan pagi. Aku hampiri dia dengan tubuhku yang masih telanjang bulat, karena aku pikir hanya ada kami berdua di rumah ini. Dari belakang kulihat tubuh Mbak Anggie yang hanya memakai daster tipis transparan dan tidak memakai apa-apa lagi.

Aku langsung peluk Mbak Anggie dari belakang, tidak lupa kuremas-remas pantatnya. Aku tempelin batang kontolku yang sudah mengeras itu ke belahan pantatnya. Terasa sekali karena Mbak Anggie tidak memakai celana dalam. Dari belakang kucium Mbak Anggie, lalu aku angkat daster bawahnya dan langsung aku memasukkan kontolku dari belakang.

Kami pun kembali melakukan persetubuhan ini lagi di dapur. Aku genjot Mbak Anggie dari belakang lagi dan dia menungging sambil memasak makanan yang akan kami makan nanti. Aku sodok terus sampai 10 menit kemudian kami berdua sama-sama sampai di puncak kenikmatan ini dan aku semprot air maniku ke dalam lubang memek Mbak Anggie untuk kedua kalinya. Setelah itu kami memutuskan untuk mandi bersama. Didalam kamar mandi aku sabunin tubuh Mbak Anggie dan sambil meremas-remas buah dadanya yang montok itu.

Selama dua minggu ini kami melakukan persetubuhan. Sebelum sarapan pagi, setelah pulang magang. Malam hari kami terus melakukan persetubuhan ini, minimal kami melakukannya 2 kali sehari, entah itu diruang tamu, dapur, kamar mandi, kamar Mbak Anggie atau dikamarku. Kami melakukannya sampai 2 minggu dan Mas Tris pulang dia tidak tahu apa yang sudah kami lakukan 2 minggu tanpa dirinya.

Kadang kami masih melakukannya ketika Mas Tris sudah dirumah dan melakukannya secara diam-diam. Ketika Mas Tris pergi bekerja atau pada malam hari ketika Mas Tris telelap tidur, pernah juga kami lakukan setelah Mas Tris dan Mbak Anggie selesai bersetubuh, karena Mbak Anggie tidak puas dengan permainan Mas Tris, Mbak Anggie secara diam-diam ke kamarku dan membangunkanku untuk ngentot lagi denganku.

Selama 3 bulan aku dirumah Mbak Anggie dan selama itu pula aku dan Mbak Anggie hampir setiap hari bersetubuh. Itu juga berguna untuk membantu melancarkan kelahiran bayinya nanti karena wanita yang melakukan persetubuhan saat sedang hamil bisa membantu proses persalinannya nanti.

Setelah 3 bulan aku pamit pulang ke mereka berdua, tapi sebelum pulang aku minta hadiah perpisahan dari Mbak Anggie untuk bersetubuh lagi denganku. Untunglah Mas Tris sedang bekerja sampai malam hari ini, jadi kami bisa bersetubuh seharian. Ketika lelah kami berhenti sejenak lalu melakukannya lagi sampai Mas Tris pulang malam harinya.

— S E L E S A I —

Jangan lupa di share ya Setubuhi Sepupuku yang Sedang Bunting …. Dibaca juga Cerita nyata Ngentot Sama Istri Tetangga Kost yang Manis …. Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.net selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: